Thursday, April 28, 2016

Kesalahan Umum saat Berkendara (Part 2)

Leave a Comment
Untuk kamu yang mau berjalan-jalan dengan mengendarai Mitsubishi Mirage kesayanganmu, selain membaca kesalahan umum saat berkendara part 1, baca juga beberapa hal yang dibahas dalam artikel ini. Mengapa demikian? Karena, beberapa hal ini sering kali dilakukan oleh para pengendara kendaraan apapun (mobil dan motor), dan sebenarnya dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Gak usah berlama-lama lagi, kita langsung bahas saja yuk kesalahan umum saat berkendara part 2.

  • Menyalakan lampu sein adalah hal yang wajib dilakukan oleh para pengendara sebelum belok ke kiri atau ke kanan. Sayangnya, banyak yang mengabaikan penggunaan lampu sein ini. Bahkan, saat ini sangat terkenal sekali kalimat yang mengatakan “Ibu-ibu pengendara motor matic yang pasang sein ke kiri tapi belok ke kanan”. Yap, hal ini bukan hanya sekedar becandaan saja, karena memang hal inilah yang banyak terjadi saat ini. Namun sebenarnya, tidak hanya ibu-ibu saja loh yang sering melakukannya, bapak-bapak, remaja, atau siapapun bisa melakukannya. Hal ini tentunya sangat berbahaya, karena pengendara dibelakang kita akan berpikir  bahwa kita akan berbelok sesuai dengan nyala lampu sein. Ketika mereka ingin menyalip kendaraan kita, mereka akan mendahului kendaraan kita dari arah yang berlawanan dengan lampu sein, sehingga ketika kita tiba-tiba berbelok ke arah yang juga berlawanan dengan lampu sein, akan berisiko terjadinya tabrakan.
  • Ketika berkendara pada malam hari, kita pasti akan menyalakan lampu untuk mempermudah kita melihat jalan. Tapi sebenarnya, ada fungsi lain loh selain mempermudah kita, yaitu sebagai tanda untuk kendaraan lain bahwa ada kendaraan kita di dekatnya. Khusunya jika kendaraan kita berwarna gelap dan tidak terdapat banyak penerangan di lokasi tersebut. Sayangnya, banyak juga yang entah karena alasan apa, tidak menyalakan lampu ketika malam tiba. Akibatnya, pengendara lain terkadang tidak memperhatikan bahwa ada kendaraan kita di dekatnya, dan beresiko terjadinya tabrakan. Biasanya, masalah mengenai lampu ini paling sering ditemukan pada pengendara road dua.

Dua hal yang telah disebutkan tadi mungkin terdengar sederhana, namun sebenarnya sangat membahayakan loh. Jadi, pastikan untuk menggunakan lampu sein sesuai dengan kegunaannya dan menyalakan lampu saat berkendara di malam hari. (Vita)

Read More...

Wednesday, April 20, 2016

Kesalahan Umum Saat Berkendara (Part 1)

Leave a Comment
Kamu pasti sering merasa kesal ketika sedang asik mengendarai mobil Mitsubishi Delica kesayangan, tiba-tiba menemukan seseorang mengendarai kendaraannya secara sembarangan. Apalagi, jika gara-gara pengendara nakal seperti ini, kamu sampai harus mengalami sebuah kecalakaan. Meskipun mungkin hanyakecelakaan kecil berupa goresan akibat tertabrak oleh pengendara tersebut, ataupun kecelakaan besar, tetap saja ini adalah hal yang sangat tidak kamu sukai.

Yap, beberapa orang pengendara memang sering kali melakukan kesalahan saat berkendara. Dari mulai kesalahan kecil, hingga kesalahan yang cukup besar. Berikut ini, adalah beberapa kesalahan saat berkendara (Part 1):

  • Menyetir sebelum cukup umur

Untuk dapat memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) salah satu syaratnya adalah memiliki KTP, yang berarti harus berusia 17 tahun terlebih dahulu. Namun kenyataannya, saat ini banyak sekali anak-anak di bawah umur yang sudah mengendarai kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat. Asalkan tingginya sudah memenuhi syarat, maka seorang anak dianggap sudah aman untuk mulai belajar mengendarai kendaraan. Padahal, anak yang mengendarai kendaraan diusia dini ini biasanya secara psikologis masih belum mampu untuk menghadapi kondisi jalanan. Mereka cenderung senang menunjukkan kemampuannya atau pamer, yang tentunya akan membuat konsentrasinya dalam berkendara berkurang. Selain itu, mereka juga cenderung belum mampu menguasai diri dan mengambil respon atau keputusan yang tepat saat menemukan hal-hal yang di luar dugaan ketika berkendara.

  • Melanggar aturan lalu lintas

Ini adalah hal yang sangat banyak dilakukan oleh para pengendara. Dari mulai pelanggaran kecil yang tidak berbahaya seperti parkir sembarangan, hingga pelanggaran yang sangat berbahaya seperti melanggar aturan lampu merah. Selain kedua pelanggaran tersebut, ada beberapa pelanggaran lain yang sering dilakukan oleh pengendara, yaitu melawan arus, putar balik bukan pada tempatnya, melewati jalur busway (di Jakarta).

  • Berjalan tidak pada tempatnya

Biasanya, ini dilakukan oleh pengendara roda dua yang berdampak pada terganggunya para pejalan kaki. Kesalahan ini yaitu, kebiasaan melewati jalan trotoar atau jembatan penyebrangan. Baik trotoar maupun jembatan penyebrangan, adalah jaln yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Sayangnya, dengan alasan macet atau terburu-buru, para pengendara motor ini justru malah melewati jalanan ini dan mengganggu aktivitas pejalan kaki yang lewat. Untuk jembatan penyebrangan, biasanya digunakan oleh para pengendara motor ini untuk memutar balik karena putaran balik yang resmi berada cukup jauh. Jembatan yang digunakan adalah jembatan yang tidak berbentuk tangga, agar mudah untuk mengendarai motor naik dan turun jembatan. Padahal, jalan tidak dibuat berbentuk tangga sebenarnya ditujukan untuk memudahkan seseorang yang menggunakan kursi roda agar dapat menyebrang melalui jembtan penyebrangan.
Masih penasaran dengan kesalahan lain yang dilakukan oleh para pengendara? Nantikan di part 2 yah. (Vita)

Read More...

Tuesday, April 19, 2016

Maksimalkan Cita Rasa Wine dengan Decanter dan Aerator

Leave a Comment
Jika beli bir di Jakarta atau daerah mana pun, bir yang kamu pesan biasanya akan disajikan dengan menuangkannya ke dalam gelas atau bisa dinikmati langsung dari botolnya. Namun, hal tersebut akan berbeda jika kamu memesan wine. Selain bisa dinikmati dengan langsung menuangkannya ke dalam gelas, wine juga biasa disajikan menggunakan wadah khusus yaitu decanter dan aerator. Lalu, apa perbedaan dan keuntungan menggunakan dua wadah tersebut? Ayo simak ulasannya berikut ini!
  • Wine Decanter

Decanter adalah sebuah bejana yang digunakan untuk menyajikan wine dengan bentuk yang sangat beragam. Untuk ukuran, umumnya decanter dapat menampung wine sesuai  kapasitas botol standar, yaitu 0,75 liter. Biasanya, wine yang disajikan menggunakan decanter adalah wine yang memiliki endapan. Endapan tersebut bisa berasal dari dua hal, yaitu wine yang telah disimpan dalam waktu yang lama, atau karena wine tidak melalui tahap penyaringan saat proses pembuatannya. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menggunakan decanter jika membeli wine dengan harga yang murah. Pasalnya, wine dengan kualitas rendah tak jarang mengandung aroma tidak sedap saat pertama kali dibuka.
Untuk melakukan proses decanting pada wine juga terbilang mudah. Kamu hanya perlu menuangkan wine dari botolnya ke dalam decanter, sambil menjaga agar endapannya tidak ikut terbawa. Agar endapan lebih tersaring dengan maksimal, hindari menuangkan wine langsung ke dalam perut botol, namun melalui dinding decanter. Dengan begitu, wine yang masuk ke dalam decanter akan berwarna lebih jernih karena bersih dari endapan.
  •  Wine Aerator


Mungkin kamu pernah melihat beberapa orang yang memutar gelas sebelum menikmati aroma dan rasa dari wine. Kegiatan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, lho, melainkan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam wine melalui proses aerasi yang dapat menambah kenikmatan dan kelembutan teksturnya.
Selain dengan kegiatan tersebut, proses aerasi juga bisa dilakukan menggunakan sebuah alat bernama wine aerator. Alat ini, dapat membantu menyaring udara dari wine sehingga proses aerasi dapat berlangsung lebih cepat. Bentuk dari alat ini pun sangat bervariasi. Ada yang menyerupai botol dengan bagian atas berbentuk corong, dan ada juga yang berbentuk seperti saluran air kecil yang dipasang langsung pada tutup botol wine. Jika telah mengalir keluar melalui saluran ini, hal tersebut menandakan jika wine telah melalui proses aerasi.

Nah, dengan dua alat penyajian di atas, kini kamu bisa menikmati wine favorit dengan aroma dan cita rasa yang lebih maksimal. Selamat mencoba! (Vita)
Read More...

Tuesday, April 12, 2016

De Arca dan De Mata Yogyakarta

Leave a Comment
Mungkin kamu yang sering bepergian ke Singapura sudah sangat familier dengan museum patung lilin Madame Tussauds Singapore. Di sana, terdapat banyak sekali patung lilin yang menyerupai tokoh-tokoh terkenal di dunia. Sementara, kamu yang belum pernah ke Singapura hanya bisa melihat berbagai koleksi di sana melalui internet Indonesia. Nah, jika kamu tertarik untuk melihat patung lilin berbagai tokoh ternama tapi belum berkesempatan pergi ke sana, kamu gak perlu jauh-jauh pergi ke Singapura kok Kamu hanya perlu bermain ke De Arca dan De Mata yang ada di Yogyakarta.

Lokasi dari tempat wisata ini yaitu di XT Square, Jalan Veteran, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini buka sejak pukul 10 pagi, hingga pukul 10 malam. De Arca dan De Mata, sebenarnya adalah dua museum yang berada di lokasi yang berdekatan. Jadi, kamu boleh memilih, apakah ingin pergi ke De Arca saja, De Mata saja, ataupun pergi ke kedua tempat tersebut.

Harga tiket jika ingin ke De Arca saja adalah sebesar Rp. 75.000,- , begitu juga harga tiket De Mata. Namun, jika kamu membeli tiket terusan (De Arca dan De Mata) maka kamu hanya perlu membayar senilai Rp. 100.000,- saja (Harga tiket Maret 2016, dan harga dapat berubah sewaktu-waktu). Lalu apa perbedaan keduanya? Yuk, kita bahas.
  • De Arca

Seperti telah disebutkan sebelumnya, di sini terdapat banyak sekali patung lilin yang menyerupai tokoh terkenal dunia. Misalnya seperti Harry Potter, Cristiano Ronaldo, dan tokoh lainnya. Selain itu, di sini juga terdapat patung lilin dari superhero loh, seperti Hulk, Thor, dan sebagainya. Mengenai kualitas kemiripannya, yah bisa dibilang baru 50% sih untuk beberapa tokoh. Meskipun, ada beberapa tokoh yang bisa dibilang cukup mirip. Meskipun begitu, tempat ini tetap saja sering ramai dikunjungi oleh para wisatawan.



  • De Mata

De Mata adalah sebuah museum untuk gambar 3 dimensi. Jika kamu berfoto mengikuti petunjuk yang terdapat dalam setiap gambar, hasil fotonya akan terlihat seolah nyata. Misalnya, foto kamu sedang menaiki balon udara, naik tangga, terbang di atas permadani terbang, atau foto lainnya. Saat berfoto, pengunjung diminta untuk melepaskan alas kaki agar kebersihan foto tetap terjaga. Sayangnya, banyak pengunjung yang entah karena alasan apa tidak mematuhi aturan ini. Jika mau berpositif thinking, mungkin mereka memang belum bisa membaca dengan baik, jadi tidak bisa membaca tentang aturan ini. :D



Meskipun belum sempurna, namun kedua tempat tersebut adalah tempat wisata yang layak kamu datangi. Jadi, jangan lewatkan saat kamu berkunjung ke Yogyakarta ya. (Vita)

Read More...
.